Monday, October 31, 2011

Indonesia negara dengan jumlah terbesar schizophrenia

Dengan menggunakan metode yang tepat dalam diagnosis dan besar, perwakilan populasi, tingkat kejadian skizofrenia tampaknya konsisten di seluruh dunia untuk setengah abad terakhir. [1] Skizofrenia mempengaruhi sekitar 0,3-0,7% orang di beberapa titik dalam hidup mereka, [2] atau 24 juta orang di seluruh dunia pada 2011 (sekitar satu dari setiap 285) [3]. setiap tahun, satu dari 10.000 orang usia 12-60 mengembangkan skizofrenia. Hal ini terjadi 1,4 kali lebih sering pada laki-laki daripada wanita dan biasanya muncul lebih awal pada pria [4]-usia puncak onset adalah 20-28 tahun untuk laki-laki dan 26-32 tahun untuk perempuan [5] Serangan di masa kecil. Adalah jauh lebih jarang, [6] seperti onset pada usia menengah atau tua [7]. Meskipun kebijaksanaan menerima bahwa skizofrenia terjadi pada tingkat yang sama di seluruh dunia, prevalensi bervariasi di seluruh dunia, [8] dalam negara, [9] dan di tingkat lokal dan lingkungan tingkat [10]. hal ini menyebabkan sekitar 1% dari tahun hidup kecacatan di seluruh dunia yang disesuaikan (DALYs). [4] tingkat skizofrenia bervariasi hingga tiga kali lipat tergantung pada bagaimana itu didefinisikan. [2]

Umumnya, usia rata-rata masuk pertama untuk penderita skizofrenia adalah antara 25 dan 35. Penelitian telah menunjukkan bahwa individu-individu berpenghasilan rendah cenderung memiliki gangguan mereka didiagnosis kemudian setelah onset gejala, relatif terhadap orang-orang dari klasemen ekonomi yang lebih baik. Akibatnya, kelas sosial bawah lebih cenderung hidup dengan penyakit mereka diobati [1].
[sunting] Dengan negara

Prevalensi skizofrenia cenderung tertinggi di Oceania, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, sementara negara-negara Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa Barat biasanya memiliki tingkat prevalensi yang rendah. Meskipun kedekatan geografis relatif, tingkat DALY skizofrenia di Indonesia hampir dua kali lipat yang dari Australia (negara-negara dengan tingkat tertinggi dan terendah masing-masing).

Tabel berikut mencatat usia standar cacat-disesuaikan tingkat kehidupan tahun per 100.000 penduduk (tercatat pada tahun 2004) [11].

Sunday, September 25, 2011

Bukankah tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan? mengapa tidak di usahakan cari obat dan cari kesembuhan?

Bukankah tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan? Bukankah setiap penyakit itu ada obatnya.

PENYAKIT DAN OBAT
    Abu Zubair meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi SAW bersabda:
"Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat yg tepat diberikan dengan izin Allah, penyakit itu akan sembuh". (HR. Muslim, Ahmad dan Hakim).

    Jadi, apabila suatu penyakit diberikan pengobatan(obat dan dosis) secara tepat plus izin Allah, maka insyaallah akan menjadi sebuah kesembuhan. Dan secara logika, pun itu berasal dari bahan yg haram, jika Diizinkan oleh Allah juga akan membawa kesembuhan. Kenapa? Karena kandungan yg ada di dalamnya bisa mengatasi suatu penyakit tertentu. Dalam mengkonsumsi obat, tentu saja terdapat efek samping. Jika kita mengkonsumsi sumber yg haram, maka efek yg terkandung di dalamnya akan memberi pengaruh secara spiritual. They would be spiritually negative. Sama dengan efek yg ada ketika seorang ayah menafkahi keluarganya dg harta haram. Dibandingkan dengan hasilnya, maka seorang muslim yg baik hendaknya memilih pengobatan yg tepat daripada mendapatkan murka Allah.

Saturday, June 4, 2011

Sebanyak 80 persen penderita gangguan mental skizofrenia tidak diobati

Sebanyak 80 persen penderita gangguan mental skizofrenia tidak diobati. Sebagian penderita gangguan jiwa ini menjadi tidak produktif, bahkan ditelantarkan sebagai psikotik yang berkeliaran di jalan-jalan.
”Berdasarkan survei Kementerian Sosial tahun 2008, penderita skizofrenia di Indonesia ada 650.000 orang. Sekitar 30.000 orang dipasung dengan alasan agar tidak membahayakan orang lain atau menutupi aib keluarga,” kata psikolog Tjipto Susana dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (2/6), dalam seminar kesehatan jiwa ”Pandangan dan Pemahaman tentang Kesehatan dan Gangguan Jiwa” di Purworejo, Jawa Tengah.

Tjipto mengatakan, skizofrenia dapat diobati. Penderita yang diobati begitu ada gejala dini berpotensi sembuh total.